Be
your new self
Waktu itu umurku
baru 18 tahun, masa lalu memang bukan untuk dilupakan karena ketika kita
berusaha melupakan maka secara tidak langsung kita akan mengingat kembali masa
lalu itu. Suatu hubungan percintaan yang tidak berlabuh pada pernikahan memang
hanya akan menjadi sebuah cerita.sedikit mengingat masa lalu yang mungkin
sangat menyakitkan untuk di ingat. Tapi saya sangat bersyukur telah mengalami
kejadian ini karena ada banyak hikmah yang bisa saya ambil dari peristiwa 4
tahun yang lalu ini. Suatu peristiwa dimana q gadis kelas tiga SMA yang harus
bertunangan di usia yang q belum pernah mengalami hubungan spesial sebelumnya.
Hati dan pikiran ini sangat berontak menolak keinginan orang tua yang sangat
saya sayangi. Waktu itu q sebulan lagi
menghadapi ujian nasional. Q tetap belajar keras karena q harus lulus. Setiap
pulang kerumah hanya paksaan menerima tunangan itu dengan alasan keluarganya
sudah kenal dekat. Adik perempuan q dan adek sepupuku yang slalu disampingku
untuk mendukung q. Tapi apa daya mereka masih kecil dan belum punya kekuatan
untuk melawan. Q mengerti perasaan mereka, q tahu mereka sangat bingung antara
menolong q karna q butuh mereka dan mereka juga tak sanggup untuk melawan orang
tua. Q merasa putus asa dan harapan. Apa hanya sampai disini perjuangan q dalam
meraih cita2 q. Kaliamat itu terlintas setiap detik. Saya pernah berpikir untuk
kabur dari rumah tapi apa daya waktu itu saya amsih lugu dan g tahu apa 2.
Hanya menangis yang bisa saya lakukan karena g ada tangan yang merangkul saya.
Hanya Allah satu-satunya tumpuhan q. Q menangis dalam sujudku yang hening tiap
tengah malam karena g ada yang mau mengusap air mata ini. Semua teman
meninggalkan q karena takut sama orang tuaku. Waktu itu sudah waktunya ujian
nasional dan saya hanya berfikir bagaimana cara menolak pertunangan itu.
Akhirnya terlintas dibenak saya untuk mendaftar kuliah. Apa yang harus saya
lakukan hari pertunangan sudah dekat dan saya belum mendapat hasil tes dari
universitas. Malam itu terasa sakit dan hanya air mata yang menemani keresahan
hati q saat itu. Kemudian tibalah hari pertunangan itu dimana saya harus
mengikuti semua aturan yang ada. Q merasa seperti patung yang di mainkan
anak-anak kecil. Hati q sakit tapi harus tetap senyum pada setiap tamu yang
datang. Satu kalimat yang q ucapkan pada ibuk q yang sampai sekarang masih q
ingat dengan jelas. MUNGKIN INI YANG BISA Q BERIKAN SEBAGAI TANDA BAKTI Q
PADAMU IBU. Q ikhlas menerima semua ini. Waktu itu hanya sujud q yang mampu
membuat q kuat. Satu minggu kemudian q dapat telfon dari teman q bahwa q
ketrima. Sujud syukur q berikan pada Allah atas segala rahmatnya. Q berikan
informasi itu pada ibuku dan orang tuaku marah dan q bilang.
‘Q sudah
menuruti ibuk tolong untuk kali ini ijinkan q melanjutkan sekolah”.
Alhamdulillah q diijinkan. Dia pria yang baik tapi hati q ragu dan tidak
memilih dia, karena q yakin ada orang lain yang sudah disiapkan untuk q. Saat
inilah q mulai melakukan banyak kesalahan terhadap seorang pria. Dia tidak
salah dalam hal ini karena dia memperjuangkan cintanya. Saat inilah q memperlakukannya dengan buruk,
q selalu
menyepelekan orang lain,
tidak
menghargai orang lain,
tidak
menghormati orang lain sama sekali,
meremeehkan
orang lain,
menyakiti
hati orang lain dengan kata-kata yang tidak sopan,
cuek
sekali dan merendahkan orang lain.
Saat itu q tidak
pernah bisa melihat pengorbanan & cinta seseorang yang begitu besar. Pengorbanan dan cinta itu
begitu besar. Ketika q mengingat diriku yang seperti itu q benci sekali pada
diriku sendiri. seharusnya Q tidak berhak menyalahkan siapapun waktu itu.
Memang q tidak mamilihnya tapi setidaknya ada rasa hormat dari q karena itulah
jalan yang harus q tempuh untuk belajar tentang penyikapan hidup. Setidaknya q
tetap menjadi puji yang jujur dari awal. Tiga tahun hubungan itu berakhir
karena ketidakjujurannya. Akan tetapi
Puji Suharni yang sekarang sudah berubah. Dalam setiap sujud q maafkan q
Wahai Yang Maha Pemberi maaf atas sikap yang dulu pernah aku lakukan mulai dan sekarang
terimalah proses pembaikan diri q ini..
q
tidak boleh menyalahkan orang lain/
introspeksi diri,
q selalu
respect terhadap orang lain,
q
harus menghargai orang lain,
q harus
menghormati orang lain sama ,
q harus
menyayangi orang lain,
q harus
membahagiakan orang lain,
q harus
care terhadap siapapun.
Ini semua
merupakan kejujuran hati yang baru q ungkapkan sekarang........
Terima
kasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar