Minggu, 27 Januari 2013

I am in the past

Be your new self
Waktu itu umurku baru 18 tahun, masa lalu memang bukan untuk dilupakan karena ketika kita berusaha melupakan maka secara tidak langsung kita akan mengingat kembali masa lalu itu. Suatu hubungan percintaan yang tidak berlabuh pada pernikahan memang hanya akan menjadi sebuah cerita.sedikit mengingat masa lalu yang mungkin sangat menyakitkan untuk di ingat. Tapi saya sangat bersyukur telah mengalami kejadian ini karena ada banyak hikmah yang bisa saya ambil dari peristiwa 4 tahun yang lalu ini. Suatu peristiwa dimana q gadis kelas tiga SMA yang harus bertunangan di usia yang q belum pernah mengalami hubungan spesial sebelumnya. Hati dan pikiran ini sangat berontak menolak keinginan orang tua yang sangat saya  sayangi. Waktu itu q sebulan lagi menghadapi ujian nasional. Q tetap belajar keras karena q harus lulus. Setiap pulang kerumah hanya paksaan menerima tunangan itu dengan alasan keluarganya sudah kenal dekat. Adik perempuan q dan adek sepupuku yang slalu disampingku untuk mendukung q. Tapi apa daya mereka masih kecil dan belum punya kekuatan untuk melawan. Q mengerti perasaan mereka, q tahu mereka sangat bingung antara menolong q karna q butuh mereka dan mereka juga tak sanggup untuk melawan orang tua. Q merasa putus asa dan harapan. Apa hanya sampai disini perjuangan q dalam meraih cita2 q. Kaliamat itu terlintas setiap detik. Saya pernah berpikir untuk kabur dari rumah tapi apa daya waktu itu saya amsih lugu dan g tahu apa 2. Hanya menangis yang bisa saya lakukan karena g ada tangan yang merangkul saya. Hanya Allah satu-satunya tumpuhan q. Q menangis dalam sujudku yang hening tiap tengah malam karena g ada yang mau mengusap air mata ini. Semua teman meninggalkan q karena takut sama orang tuaku. Waktu itu sudah waktunya ujian nasional dan saya hanya berfikir bagaimana cara menolak pertunangan itu. Akhirnya terlintas dibenak saya untuk mendaftar kuliah. Apa yang harus saya lakukan hari pertunangan sudah dekat dan saya belum mendapat hasil tes dari universitas. Malam itu terasa sakit dan hanya air mata yang menemani keresahan hati q saat itu. Kemudian tibalah hari pertunangan itu dimana saya harus mengikuti semua aturan yang ada. Q merasa seperti patung yang di mainkan anak-anak kecil. Hati q sakit tapi harus tetap senyum pada setiap tamu yang datang. Satu kalimat yang q ucapkan pada ibuk q yang sampai sekarang masih q ingat dengan jelas. MUNGKIN INI YANG BISA Q BERIKAN SEBAGAI TANDA BAKTI Q PADAMU IBU. Q ikhlas menerima semua ini. Waktu itu hanya sujud q yang mampu membuat q kuat. Satu minggu kemudian q dapat telfon dari teman q bahwa q ketrima. Sujud syukur q berikan pada Allah atas segala rahmatnya. Q berikan informasi itu pada ibuku dan orang tuaku marah dan q bilang.
‘Q sudah menuruti ibuk tolong untuk kali ini ijinkan q melanjutkan sekolah”. Alhamdulillah q diijinkan. Dia pria yang baik tapi hati q ragu dan tidak memilih dia, karena q yakin ada orang lain yang sudah disiapkan untuk q. Saat inilah q mulai melakukan banyak kesalahan terhadap seorang pria. Dia tidak salah dalam hal ini karena dia memperjuangkan cintanya. Saat  inilah q memperlakukannya dengan buruk,
q selalu menyepelekan orang lain,
tidak menghargai orang lain,
tidak menghormati orang lain sama sekali,
meremeehkan orang lain,
menyakiti hati orang lain dengan kata-kata yang tidak sopan,
cuek sekali dan merendahkan orang lain.
Saat itu q tidak pernah bisa melihat pengorbanan & cinta seseorang  yang begitu besar. Pengorbanan dan cinta itu begitu besar. Ketika q mengingat diriku yang seperti itu q benci sekali pada diriku sendiri. seharusnya Q tidak berhak menyalahkan siapapun waktu itu. Memang q tidak mamilihnya tapi setidaknya ada rasa hormat dari q karena itulah jalan yang harus q tempuh untuk belajar tentang penyikapan hidup. Setidaknya q tetap menjadi puji yang jujur dari awal. Tiga tahun hubungan itu berakhir karena ketidakjujurannya. Akan tetapi  Puji Suharni yang sekarang sudah berubah. Dalam setiap sujud q maafkan q Wahai Yang Maha Pemberi maaf atas sikap yang dulu pernah aku lakukan mulai dan sekarang terimalah proses pembaikan diri q ini..
q tidak  boleh menyalahkan orang lain/ introspeksi diri,
q selalu respect terhadap orang lain,
q harus  menghargai orang lain,
q harus menghormati orang lain sama ,
q harus menyayangi orang lain,
q harus membahagiakan orang lain,
q harus care terhadap siapapun.
Ini semua merupakan kejujuran hati yang baru q ungkapkan sekarang........
Terima kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar