Dedek kami
3 juli merupakan awal perjalanan hidupku yang baru setelah aku
melewati masa anak-anak, remaja dan sebagai anak muda yang masih memiliki
kebebasan untuk melakukan apapun yang saya inginkan. Pada hari itu saya menikah
dengan orang yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tapi dialah yang Tuhan
hadiahkan untukku di usiaku yang ke 25 tahun. Baru sebulan kami mengarungi
rumah tangga, maha besar Allah yang memberi kepercayaan kepada kami. Berita yang
sangat menggembirakan buat keluarga besar kami. Saya positif hamil. Dihari-
hariku yang berubah secara drastis betapa besar rasa syukur yang aku panjatkan
disetiap sujudku. Dimana saya memiliki suami yang sangat perhatian dan sayang
sama saya dan menjadi calon ibu yang seluruh wanita di dunia ini inginkan
pastinya. Bulan pertama saya belum merasakan apa apa. Kemudian dibulan
berikutnya sudah mulai terasa berbeda. Banyak sekali perilaku saya yang berubah
dan hal –hal baru yang saya pelajari. Bulan kedua dan ketiga perubahan itu
semakin mencolok. Mulai dari muntah tiap pagi (morning sickness), sama sekali
tidak mau dekat sama suami sampai suamiku curiga, kepingin makan makanan yang
aneh aneh seperti jengkol. Padahal waktu itu belum musim tapi akhirnya dapat
dari Jambi karena dibawakan bulek. Yang paling membuat saya heran adalah dalam kegiatan sehari-hari saya
tidak bisa meninggalkan yang namanya bermake up. Tapi sikecil di dalam perut
ini merubah semuanya. Hari –hariku menjadi berubah dimana saya menjauhi yang namanya bedak, lipstik, bahkan parfum
yang menurutku sangat penting dalam beraktifitas saheri-hari. Masuk bulan ke
empat sampai yang ke tujuh semuanya berubah saat itu saya sudah tidak muntah
lagi dan mesra lagi dengan suami tapi satu yang masih tidak berubah yaitu no
make up. Saya menjauh dari make up sampai teman-teman bilang kalau aku hamil
malah tambah jelek tidak seperti sebelum menikah. Saya khawatir dan takut kalau
saya tambah jelek apakah suamiku akan berubah? Ternyata tidak. Suamiku sangat
mengerti dengan perubahan yang aku alami selama proses kehamilan. Dan ini saya
alami samapai di usia kandungan ku yang ke sembilan. Usia kehamilanku yang ke
tujuh saya mersa betapa beruntungnya diriku ini dimulai dari tendangan kecil
dari dalam perut yang saya rasakan membuatku saya sangat menyayangi anak di
dalam rahimku ini. Semakin bertambah besar ukuran perutku semakin sayang
suamiku sama anak ini hampir tiap detik selalu di ciumi dan diajak bermain
meskipun si dedek belum mengerti. Betapa saya tidak mau krhilangan momen saat
si dedek menendang dari dalam. Hingga saya merekamnya dalam vidio. Rasanya geli
ketika si dedek menendang dari dalam dan saya tertawa sendiri. Terkadang saya
juga ngobrol sama dedek kalau kami sedang sendirian. Kami membahas banyak hal
seperti nanti dia cewe apa cowo, cita-citanya dan banyak hal yang lain. Tiap bulan
saya dan suami selalu ke bidan atau ke dokter untuk memeriksa keadaan dedek
kami. Syukurlah dedek selalu dalam keadaan sehat dan saya juga tidak terlalu
banyak keluhan. Selama hamil ini keluhan-keluhan yang saya alami seperti punggung sakit, keputihan, dan
mual. Teman- teman di kantorku sangat perhatian sekali sama saya. Mereka memberikan
hadiah yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Banyak sekali peralatan
buat dedek bayi yang saya dapatkan. Betapa anugrah besar yang pernah saya
dapatkan. Di usia kehamilan yang ke sembilan saya semakin mudah lelah, selalu
berkeringat tiap saat dan mulai merasakan sakit dan tegang dalam perut. Yang
aneh adalah tiap malam saya suka sekali memakai kaos suami saya yang sangat
longgar dan tidak mau memakai baju saya sendiri. Padahal saya terlihat bulat
kalau memakai baju suami tapi entah kenapa saya sangat suka sekali. Suami saya
hanya ketawa melihat tingkah lakuku yang aneh. Tendangan dedek semskin kuat dan
sangat sering sampai peritku terlihat seperti apel, pepaya, peot tapi saya
sangat menikmati peran ini. Si dedek lebih banyak bergerak disebelah kanan dan
perutku terasa keras sekali ketika saya
sentuh. Apalagi kalau si dedek diajak bermain sama ayahnya, si dedek tidak mau
diam sampai saya bisa ketoilet berulang –ulang karena ketika dedek bergerak ,
saya pasti pengen pipis dan itu tidak bisa ditahan. Sekarang ini usia kandungan
saya sudah menginjak yang ke sembilan bulan. Saya sudah mulai cuti dari pekrajaan.
Hanya tinggal menunggu hari yang sangat membahagiakan bagi keluarga kami yaitu
lahirnya dedek kedunia. Hari- hari saya hawanya ingin bersih bersih terus dan
dedek menendang kencang banget sampai saya sulit berjalan. Saya tetap
beraktifitas supaya tubuh saya tetap sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar