Senin, 24 Maret 2014

Dedek kami


3 juli merupakan awal perjalanan hidupku yang baru setelah aku melewati masa anak-anak, remaja dan sebagai anak muda yang masih memiliki kebebasan untuk melakukan apapun yang saya inginkan. Pada hari itu saya menikah dengan orang yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tapi dialah yang Tuhan hadiahkan untukku di usiaku yang ke 25 tahun. Baru sebulan kami mengarungi rumah tangga, maha besar Allah yang memberi kepercayaan kepada kami. Berita yang sangat menggembirakan buat keluarga besar kami. Saya positif hamil. Dihari- hariku yang berubah secara drastis betapa besar rasa syukur yang aku panjatkan disetiap sujudku. Dimana saya memiliki suami yang sangat perhatian dan sayang sama saya dan menjadi calon ibu yang seluruh wanita di dunia ini inginkan pastinya. Bulan pertama saya belum merasakan apa apa. Kemudian dibulan berikutnya sudah mulai terasa berbeda. Banyak sekali perilaku saya yang berubah dan hal –hal baru yang saya pelajari. Bulan kedua dan ketiga perubahan itu semakin mencolok. Mulai dari muntah tiap pagi (morning sickness), sama sekali tidak mau dekat sama suami sampai suamiku curiga, kepingin makan makanan yang aneh aneh seperti jengkol. Padahal waktu itu belum musim tapi akhirnya dapat dari Jambi karena dibawakan bulek. Yang paling membuat saya  heran adalah dalam kegiatan sehari-hari saya tidak bisa meninggalkan yang namanya bermake up. Tapi sikecil di dalam perut ini merubah semuanya. Hari –hariku menjadi berubah dimana saya menjauhi  yang namanya bedak, lipstik, bahkan parfum yang menurutku sangat penting dalam beraktifitas saheri-hari. Masuk bulan ke empat sampai yang ke tujuh semuanya berubah saat itu saya sudah tidak muntah lagi dan mesra lagi dengan suami tapi satu yang masih tidak berubah yaitu no make up. Saya menjauh dari make up sampai teman-teman bilang kalau aku hamil malah tambah jelek tidak seperti sebelum menikah. Saya khawatir dan takut kalau saya tambah jelek apakah suamiku akan berubah? Ternyata tidak. Suamiku sangat mengerti dengan perubahan yang aku alami selama proses kehamilan. Dan ini saya alami samapai di usia kandungan ku yang ke sembilan. Usia kehamilanku yang ke tujuh saya mersa betapa beruntungnya diriku ini dimulai dari tendangan kecil dari dalam perut yang saya rasakan membuatku saya sangat menyayangi anak di dalam rahimku ini. Semakin bertambah besar ukuran perutku semakin sayang suamiku sama anak ini hampir tiap detik selalu di ciumi dan diajak bermain meskipun si dedek belum mengerti. Betapa saya tidak mau krhilangan momen saat si dedek menendang dari dalam. Hingga saya merekamnya dalam vidio. Rasanya geli ketika si dedek menendang dari dalam dan saya tertawa sendiri. Terkadang saya juga ngobrol sama dedek kalau kami sedang sendirian. Kami membahas banyak hal seperti nanti dia cewe apa cowo, cita-citanya dan banyak hal yang lain. Tiap bulan saya dan suami selalu ke bidan atau ke dokter untuk memeriksa keadaan dedek kami. Syukurlah dedek selalu dalam keadaan sehat dan saya juga tidak terlalu banyak keluhan. Selama hamil ini keluhan-keluhan yang saya  alami seperti punggung sakit, keputihan, dan mual. Teman- teman di kantorku sangat perhatian sekali sama saya. Mereka memberikan hadiah yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Banyak sekali peralatan buat dedek bayi yang saya dapatkan. Betapa anugrah besar yang pernah saya dapatkan. Di usia kehamilan yang ke sembilan saya semakin mudah lelah, selalu berkeringat tiap saat dan mulai merasakan sakit dan tegang dalam perut. Yang aneh adalah tiap malam saya suka sekali memakai kaos suami saya yang sangat longgar dan tidak mau memakai baju saya sendiri. Padahal saya terlihat bulat kalau memakai baju suami tapi entah kenapa saya sangat suka sekali. Suami saya hanya ketawa melihat tingkah lakuku yang aneh. Tendangan dedek semskin kuat dan sangat sering sampai peritku terlihat seperti apel, pepaya, peot tapi saya sangat menikmati peran ini. Si dedek lebih banyak bergerak disebelah kanan dan perutku terasa keras sekali ketika  saya sentuh. Apalagi kalau si dedek diajak bermain sama ayahnya, si dedek tidak mau diam sampai saya bisa ketoilet berulang –ulang karena ketika dedek bergerak , saya pasti pengen pipis dan itu tidak bisa ditahan. Sekarang ini usia kandungan saya sudah menginjak yang ke sembilan bulan. Saya sudah mulai cuti dari pekrajaan. Hanya tinggal menunggu hari yang sangat membahagiakan bagi keluarga kami yaitu lahirnya dedek kedunia. Hari- hari saya hawanya ingin bersih bersih terus dan dedek menendang kencang banget sampai saya sulit berjalan. Saya tetap beraktifitas supaya tubuh saya tetap sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar